Laman
Jumat, 30 Maret 2012
http://twitter.com/#!/pindejin - edited at http://lunapic.com/
http://twitter.com/#!/pindejin - edited at http://lunapic.com/: http://twitter.com/#!/pindejin - edited at http://lunapic.com/
Senin, 30 Januari 2012
perjuangan untuk berubah
Tidak sedikit orang yang mengeluh, bahwa begitu sulit merubah sifat seseorang, tetapi setelah merenungkan lagi jauh ke dalam pribadi sendiri, faktanya menjadi sangat sulit untuk merubah sifat diri sendiri.
Dari diri kita sendiri saja sulit diubah, apa lagi mati-matian mau menuntut orang lain untuk berubah?
Dari diri kita sendiri saja sulit diubah, apa lagi mati-matian mau menuntut orang lain untuk berubah?
Masalahnya ada juga orang yang sudah ingin berubah, tetapi kondisinya belum memungkinkan baginya untuk berubah.
Ada juga yang sudah mulai merubah kebiasaan negatifnya, mengubah sifat buruknya, namun tidak mendapat penghargaan dan perhatian dari orang terdekatnya, akibatnya ia pun merasa seakan sia-sia mengubah diri.
Ada juga yang sudah berusaha untuk berubah namun keadaan berkata lain pada apa yang diusahakannya.
Ada juga yang berani tampil beda, dengan berusaha mencari perhatian dari sekitarnya, maksud hatinya mau memberitahu pada dunia kalau dia sudah berubah, tetapi malah cemooh serta tampang-tampang sinis, yang dihadapinya. Mungkin karena terlalu over PD, ya namanya juga usaha.
Ada yang akhirnya trauma untuk mengubah sifat dan karakternya, karena dibilang “sok lo, lo udah bukan lagi diri lo.”
Ada yang nekad mati-matian untuk merayu orang-orang yang dulu sebagai temannya, yang telah menjauhinya karena sikap dirinya, yang dulu dianggap sudah kelewatan, untuk berteman dan bersahabat lagi, tetapi malah mendapatkan reaksi yang membuatnya kecewa dan menjadi mundur dan putar haluan dalam menjalin hubungan persahabatan kembali.
Ada juga yang berani tampil beda, dengan berusaha mencari perhatian dari sekitarnya, maksud hatinya mau memberitahu pada dunia kalau dia sudah berubah, tetapi malah cemooh serta tampang-tampang sinis, yang dihadapinya. Mungkin karena terlalu over PD, ya namanya juga usaha.
Ada yang akhirnya trauma untuk mengubah sifat dan karakternya, karena dibilang “sok lo, lo udah bukan lagi diri lo.”
Ada yang nekad mati-matian untuk merayu orang-orang yang dulu sebagai temannya, yang telah menjauhinya karena sikap dirinya, yang dulu dianggap sudah kelewatan, untuk berteman dan bersahabat lagi, tetapi malah mendapatkan reaksi yang membuatnya kecewa dan menjadi mundur dan putar haluan dalam menjalin hubungan persahabatan kembali.
Tentunya masih banyak lagi kasus-kasus yang didapatkan dalam kehidupan ini, yang terjadi di depan mata, yang ada disekitar kita, yang mewarnai hari-hari kita.
Yang ingin disampaikan di sini adalah, kita harus “Menghargai” Perjuangan seseorang untuk mengubah dirinya, dengan memberikan kesempatan padanya untuk memperbaiki dirinya.
Jangan selalu menuntut orang lain untuk berubah, karena kita sendiri butuh proses dan perjuangan untuk mengubah diri kita sendiri.
Berikan dukungan moral, dan dorongan bagi mereka yang ingin memperbaiki sebuah hubungan yang sebelumnya kurang harmonis menjadi hubungan yang jauh lebih mesra dan harmonis.
Berikan juga kesempatan bagi mereka yang ingin menjalin kembali tali-tali persahabatan yang telah putus, atau yang telah diulur sampai kendur.
Jangan selalu menuntut orang lain untuk berubah, karena kita sendiri butuh proses dan perjuangan untuk mengubah diri kita sendiri.
Berikan dukungan moral, dan dorongan bagi mereka yang ingin memperbaiki sebuah hubungan yang sebelumnya kurang harmonis menjadi hubungan yang jauh lebih mesra dan harmonis.
Berikan juga kesempatan bagi mereka yang ingin menjalin kembali tali-tali persahabatan yang telah putus, atau yang telah diulur sampai kendur.
Mudah untuk mencari musuh, tetapi sulit untuk mencari sahabat;
mudah mencari pasangan hidup baru, tetapi sulit mempertahankan pasangannya sendiri.
mudah mencari cinta semu, tetapi sulit mencari cinta yang tulus.
mudah menyalahkan orang lain, tetapi sulit melihat kesalahan sendiri.
mudah untuk berkata mundur, tetapi sulit untuk melangkah maju kembali.
mudah untuk berpisah, mengapa sulit untuk ‘bersatu’ lagi?
mudah memberi label pada seseorang, tetapi mengapa sulit mencabut label yang sudah disematkan?
mudah mencari pasangan hidup baru, tetapi sulit mempertahankan pasangannya sendiri.
mudah mencari cinta semu, tetapi sulit mencari cinta yang tulus.
mudah menyalahkan orang lain, tetapi sulit melihat kesalahan sendiri.
mudah untuk berkata mundur, tetapi sulit untuk melangkah maju kembali.
mudah untuk berpisah, mengapa sulit untuk ‘bersatu’ lagi?
mudah memberi label pada seseorang, tetapi mengapa sulit mencabut label yang sudah disematkan?
Nah.. bila anda seorang pejuang, maka akan sangat mengerti arti sebuah pengorbanan.
Bila anda adalah seorang yang senang berkorban, maka akan sangat mengerti arti menjadi korban itu sendiri, dan jangan hendaknya mencari korban baru, dengan mengorbankan orang lain.
Bila anda adalah orang yang optimis, maka bantulah orang-orang yang pesimis.
Bila anda adalah seorang pesimis, mengapa tidak mencari teman orang yang realistis?
Bila anda adalah seorang yang senang berkorban, maka akan sangat mengerti arti menjadi korban itu sendiri, dan jangan hendaknya mencari korban baru, dengan mengorbankan orang lain.
Bila anda adalah orang yang optimis, maka bantulah orang-orang yang pesimis.
Bila anda adalah seorang pesimis, mengapa tidak mencari teman orang yang realistis?
Apapun gaya hidup anda, apapun pengorbanan anda, bagaimanapun perjuangan anda.
Perlu anda ketahui bahwa semua itu tidak akan sia-sia. dan ingatlah, bila orang-orang masih sulit menerima anda, minimal di sisi lain, pasti masih banyak yang menanti kebaikan anda.
Bila teman, sahabat, pasangan anda yang lalu tidak dapat kembali disisimu lagi, jangan khawatir pasti masih banyak orang yang ingin menerima anda menjadi temen, sahabat, saudara, ataupun pasangan anda.
Jangan menyerah..
Tiada ada seorang pejuang yang mudah menyerah.
Perlu anda ketahui bahwa semua itu tidak akan sia-sia. dan ingatlah, bila orang-orang masih sulit menerima anda, minimal di sisi lain, pasti masih banyak yang menanti kebaikan anda.
Bila teman, sahabat, pasangan anda yang lalu tidak dapat kembali disisimu lagi, jangan khawatir pasti masih banyak orang yang ingin menerima anda menjadi temen, sahabat, saudara, ataupun pasangan anda.
Jangan menyerah..
Tiada ada seorang pejuang yang mudah menyerah.
Semoga semua orang yang berhubungan dengan anda, akan dapat menghargai perjuanganmu untuk melangkah ke arah yang lebih terang, baik, damai, dan tenang.
Tetap hadapi hari esok. Tidak perlu dengar apa kata orang lain namun dengarlah apa kata hatimu saat ini.
karena mendengarkan kata hati tidak akan makan hati.
Tetap hadapi hari esok. Tidak perlu dengar apa kata orang lain namun dengarlah apa kata hatimu saat ini.
karena mendengarkan kata hati tidak akan makan hati.
Menemukan jati diri
dalam sebuah perjalanan hidup, adakalanya seseorang mungkin akan terombang ambingkan dalam hal ketidakpastian langkah.
Selalu berusaha mencoba melangkah pada satu titik, dan kemudian beralih tanpa sebuah kejelasan.
Banyak orang mengatakan sedang berusaha menemukan sebuah jati diri.
Sebagian lagi berkata sedang mencari apa itu yang disebut dengan diri.
Selalu berusaha mencoba melangkah pada satu titik, dan kemudian beralih tanpa sebuah kejelasan.
Banyak orang mengatakan sedang berusaha menemukan sebuah jati diri.
Sebagian lagi berkata sedang mencari apa itu yang disebut dengan diri.
Apakah ada yang tau dengan jati diri itu apa?
Pada jauh-jauh hari jati diri sudah terbentuk dari sebelumnya.
Disaat kita baru lahir kita menjadikan hal itu sebagai pembentuk jati diri kita
Disaat kita sedang duduk dalam sebuah perenungan melihat kemasa lalu kita, kita sebenarnya sedang melihat semua proses pembentukan jati diri
Pada jauh-jauh hari jati diri sudah terbentuk dari sebelumnya.
Disaat kita baru lahir kita menjadikan hal itu sebagai pembentuk jati diri kita
Disaat kita sedang duduk dalam sebuah perenungan melihat kemasa lalu kita, kita sebenarnya sedang melihat semua proses pembentukan jati diri
Maka sejatinya jati diri itu sudah ada sejak dahulu kala ketika kita terlahir.
Namun sayangnya kita tidak dapat menyadari kalau kita mencari jati diri.
Kita terus mencari kaca mata yang sebenarnya telah kita pakai sejak dari dahulu
Padahal kita tahu jati diri itu ada pada diri kita, sayangnya kita tak pernah menggalinya lebih dalam lagi. Seperti halnya potensi yang ada pada diri kita.
Namun sayangnya kita tidak dapat menyadari kalau kita mencari jati diri.
Kita terus mencari kaca mata yang sebenarnya telah kita pakai sejak dari dahulu
Padahal kita tahu jati diri itu ada pada diri kita, sayangnya kita tak pernah menggalinya lebih dalam lagi. Seperti halnya potensi yang ada pada diri kita.
Untuk itu, janganlah mencari jati diri yang sesungguhnya telah anda miliki. namun kembangkanlah jati diri atau potensi yang anda miliki saat ini, selagi anda masih mampu mengembangkannya.
Fakta menarik di balik warna merah putih
1. Seluruh negara Asia Tenggara pasti memiliki warna Merah Putih dalam benderanya (kecuali Vietnam).
Jadi, 8 dari 9 negara tetangga kita di Asia Tenggara memiliki warna Merah Putih dalam bendera kebangsaannya. Simak nih gan:
- Malaysia : merah, putih, biru, kuning
- Singapura : merah, putih
- Brunei : kuning, hitam, merah, putih
- Thailand: merah, putih, biru
- Filipina: merah, putih, biru, kuning
- Kamboja: merah, putih, biru
- Myanmar: merah, putih, biru
- Laos: merah, putih, biru
selain itu
- Amerika Serikat: merah, putih, biru
- Rusia: merah, putih, biru
- Jepang: merah, putih
- Perancis: merah, putih, biru
- Italia: merah, putih, hijau
- Inggris: merah, putih, biru
2. Merah Putih merupakan pasangan warna tertua dalam budaya banyak negara dunia.
Di antara pakaian yg digemari oleh Nabi Muhammad SAW adalah pakaian putih dan pakaian merah.
* Dari Jabir bin Samurah ra : "Saya ketika itu melihat Nabi berpakaian merah, lalu saya membandingkannya dengan bulan. Ternyata dalam pandangan saya, beliau lebih indah daripada bulan." (HR. Abu Ya'la dan Al-Baihaqi)
* Ibnu Qudamah berkata,“Pakaian yg paling utama adalah pakaian yg berwarna putih karena Nabi bersabda,‘Sebaik-baik pakaian kalian adalah yg berwarna putih. Gunakanlah sebagai pakaian kalian dan kafan kalian.”(al Mughni, 3/229)
3. Secara anatomi, Merah Putih merupakan warna tertua dalam tubuh manusia. Sejak janin dibentuk di dalam rahim, maka ia terdiri atas darah & daging (merah) dan tulang (putih). Dalam darah manusia, juga ada Sel Darah Merah & Sel Darah Putih !
4. Secara geologi, Merah & Putih merupakan representasi dua unsur alami yang terpanas dan terdingin di bumi. Yang terpanas adalah lava / inti bumi (berwarna merah), dan yang terdingin adalah salju (berwarna putih).
5. Secara optik, Merah adalah warna dengan frekuensi cahaya paling rendah yg masih dapat ditangkap mata manusia dengan panjang gelombang 630-760 nm. Di sisi lain, bila seluruh warna dasar digabung dengan porsi dan intensitas yg sama, maka akan terbentuk warna Putih.
6. Cahaya Merah adalah cahaya yg pertama diserap oleh air laut, sehingga banyak ikan dan invertebrata kelautan yg berwarna Merah. Di sisi lain, riak gelombang air laut selalu terlihat berwarna Putih. Jadi, bisa dikatakan, Merah Putih itu sendiri merupakan simbolisasi dari laut itu sendiri. Tak heran, Indonesia yg merupakan negara maritim / negara kepulauan memilih untuk memiliki bendera Merah Putih !
for Bendera indonesia
1. Warna Merah Putih diambil dari warna Kerajaan Majapahit. Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji2 Merah Putih.
2. Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak pun memakai warna Merah Putih sebagai warna benderanya, bergambar pedang kembar warna Putih dengan dasar Merah Menyala dan Putih. Warna Merah & Putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan Piso Gaja Dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII.
3. Ketika terjadi Perang Aceh, pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul2 dengan warna Merah & Putih, berlatar pedang, bulan sabit, matahari dan bintang serta ayat suci Al Qur'an.
4. Di zaman kerajaan Bugis Bone, bendera Merah Putih adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone. Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang.
5. Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji2i berwarna Merah Putih dalam perjuangannya melawan Belanda.
6. Bendera yg dinamakan Sang Merah Putih ini pertama kali digunakan oleh para pelajar dan kaum nasionalis pada awal abad ke-20 di bawah kekuasaan Belanda.
7. Sang Saka Merah Putih yg dikibarkan pada saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dijahit oleh Ibu Fatmawati, istri Bung Karno, pada tahun 1944, berukuran 276 x 200 cm.
Selasa, 03 Januari 2012
celah
Tubuh-tubuh itu berusaha melewati gang sempit ini,
dari mulut manisnya tawarkan setumpuk harapan palsu untukku.
Kini gang sempit ini telah kututup rapat,
biar mereka tak bisa lagi masuk dan mengusikku.
Sebuah relasi antara dua pribadi terdapat celah bagi pribadi lain untuk hadir dan menggoyahkan komitmen yang telah disepakati bersama. Hubungan yang telah terbangun menjadi rentan terhadap godaan dari seseorang yang hadir di saat kita kesepian, merasa seolah seorang diri dengan kesulitan dan permasalahan yang kita hadapi. Kita tidak sadar bahwa rasa sepi adalah sebuah kondisi yang kita ciptakan sendiri atas ketidakmampuan kita menerima kegagalan pasangan kita menjadi pribadi yang kita harapkan untuk bisa hadir dan memenuhi kebutuhan kita. Semua itu akan menjadi sebuah kesia-siaan belaka, tatkala kita memaksakan pasangan kita supaya mampu memenuhi segala bentuk kebutuhan kita, akhirnya ego menguasai diri kita dengan sikap kita yang berusaha mencari pemenuhan kebutuhan dari pribadi lain dan mendevaluasi pasangan kita. Kitapun akan kehilangan makna sebuah relasi.
Kebutuhan dalam sebuah relasi hanyalah sekedar rasa dan kadang bersifat temporal semata. Ibarat ketika hari ini kita menginginkan minuman dengan rasa strawberry tetapi yang tersedia hanyalah rasa orange, apakah kita harus mencampakkannya? Pasangan kita dapat diandaikan sebagai minuman bercita rasa orange dan kebutuhan kita adalah minuman dengan cita rasa strawberry. Apakah karena pasangan kita tidak mampu menghadirkan dan memberikan rasa tertentu pada diri kita, maka kita akan meninggalkannya dan mencari pribadi lain? Tak seorangpun manusia yang bisa sempurna dan mampu secara pribadi untuk memenuhi segala bentuk kebutuhan kita.
Apakah dalam sebuah relasi yang telah dilandasi dengan komitmen, kita berani untuk mau dan mampu menerima pasangan kita sebagai pribadi dengan rasa dan kekhasannya? Atau kita mencoba mencari dan mencari terus, dan memberikan kesempatan hadirnya pribadi lain hanya sekedar untuk memenuhi segala rasa yang kita inginkan? Sampai kapan?
dari mulut manisnya tawarkan setumpuk harapan palsu untukku.
Kini gang sempit ini telah kututup rapat,
biar mereka tak bisa lagi masuk dan mengusikku.
Sebuah relasi antara dua pribadi terdapat celah bagi pribadi lain untuk hadir dan menggoyahkan komitmen yang telah disepakati bersama. Hubungan yang telah terbangun menjadi rentan terhadap godaan dari seseorang yang hadir di saat kita kesepian, merasa seolah seorang diri dengan kesulitan dan permasalahan yang kita hadapi. Kita tidak sadar bahwa rasa sepi adalah sebuah kondisi yang kita ciptakan sendiri atas ketidakmampuan kita menerima kegagalan pasangan kita menjadi pribadi yang kita harapkan untuk bisa hadir dan memenuhi kebutuhan kita. Semua itu akan menjadi sebuah kesia-siaan belaka, tatkala kita memaksakan pasangan kita supaya mampu memenuhi segala bentuk kebutuhan kita, akhirnya ego menguasai diri kita dengan sikap kita yang berusaha mencari pemenuhan kebutuhan dari pribadi lain dan mendevaluasi pasangan kita. Kitapun akan kehilangan makna sebuah relasi.
Kebutuhan dalam sebuah relasi hanyalah sekedar rasa dan kadang bersifat temporal semata. Ibarat ketika hari ini kita menginginkan minuman dengan rasa strawberry tetapi yang tersedia hanyalah rasa orange, apakah kita harus mencampakkannya? Pasangan kita dapat diandaikan sebagai minuman bercita rasa orange dan kebutuhan kita adalah minuman dengan cita rasa strawberry. Apakah karena pasangan kita tidak mampu menghadirkan dan memberikan rasa tertentu pada diri kita, maka kita akan meninggalkannya dan mencari pribadi lain? Tak seorangpun manusia yang bisa sempurna dan mampu secara pribadi untuk memenuhi segala bentuk kebutuhan kita.
Apakah dalam sebuah relasi yang telah dilandasi dengan komitmen, kita berani untuk mau dan mampu menerima pasangan kita sebagai pribadi dengan rasa dan kekhasannya? Atau kita mencoba mencari dan mencari terus, dan memberikan kesempatan hadirnya pribadi lain hanya sekedar untuk memenuhi segala rasa yang kita inginkan? Sampai kapan?
mencari dermaga
Dia seperti kapal pesiar,
Penampilan mewah, tubuh seksi, suara halus, sapaan yang ramah dan perawakan yang serba luar biasa.
Jadi tak salah jika banyak yang me-ngimpikan berlayar dengannya,
tentunya dengan senang hati menghabiskan waktu dibentangan samudra luas.
Mesti sudah 28 tahun menikmati birunya laut dan kelamnya malam, kenapa tidak ada seorang penumpang pun?
Apakah tidak ada yang mampu membayar mahal demi sebuah perjalanan menyenangkan dengan pelayanan yang diyakini memuaskan itu?
Mungkinkah tidak seorangpun yang memenuhi criteria dan persyaratan sebagai penumpang?
atau pemilik kapal pesiar itu terlalu cerewet sehingga membuat lari para penggemarnya?
Atau jangan-jangan…, karena takdir yang menginginkan dia untuk tetap berlayar,
Dengan…
Tanpa dermaga yang bisa menjadi sandaran baginya,
Tak ada tempat beristirahat saat pondasinya mulai melemah dan rapuh,
Tak pernah menikmati perjalanan dihari tua dengan penumpang sejati,
Bersaing dengan kapal-kapal pesiar yang mulai ramai berlayar dengan teknologi dan modifikasi yang lebih canggih, dan bentrok dengan kapal-kapal imut yang begitu kencang larinya.
Dia terus saja berlayar tampa lelah,
Tampa perduli dengan kicau alam yang menyayat hati,
Bahkan dia tak pernah takut dengan badai yang kerap menerjang.
Pernah sekali waktu aku beranikan diri bertanya kepadanya,
”Mengapa tak membawa penumpang?”
”Aku mau jadi penumpang tunggal, dan bersedia membayar mahal untuk itu”
Jawabnya, ”Aku sedang menjalankan sebuah amanah”
”Aku tidak butuh bayaran, aku bersedia membawamu berlayar sampai tujuan akhir jika kau mampu meruntuhkan keegoisan dan merangkulku bersama kesabaran dan keikhlasan”
Penampilan mewah, tubuh seksi, suara halus, sapaan yang ramah dan perawakan yang serba luar biasa.
Jadi tak salah jika banyak yang me-ngimpikan berlayar dengannya,
tentunya dengan senang hati menghabiskan waktu dibentangan samudra luas.
Mesti sudah 28 tahun menikmati birunya laut dan kelamnya malam, kenapa tidak ada seorang penumpang pun?
Apakah tidak ada yang mampu membayar mahal demi sebuah perjalanan menyenangkan dengan pelayanan yang diyakini memuaskan itu?
Mungkinkah tidak seorangpun yang memenuhi criteria dan persyaratan sebagai penumpang?
atau pemilik kapal pesiar itu terlalu cerewet sehingga membuat lari para penggemarnya?
Atau jangan-jangan…, karena takdir yang menginginkan dia untuk tetap berlayar,
Dengan…
Tanpa dermaga yang bisa menjadi sandaran baginya,
Tak ada tempat beristirahat saat pondasinya mulai melemah dan rapuh,
Tak pernah menikmati perjalanan dihari tua dengan penumpang sejati,
Bersaing dengan kapal-kapal pesiar yang mulai ramai berlayar dengan teknologi dan modifikasi yang lebih canggih, dan bentrok dengan kapal-kapal imut yang begitu kencang larinya.
Dia terus saja berlayar tampa lelah,
Tampa perduli dengan kicau alam yang menyayat hati,
Bahkan dia tak pernah takut dengan badai yang kerap menerjang.
Pernah sekali waktu aku beranikan diri bertanya kepadanya,
”Mengapa tak membawa penumpang?”
”Aku mau jadi penumpang tunggal, dan bersedia membayar mahal untuk itu”
Jawabnya, ”Aku sedang menjalankan sebuah amanah”
”Aku tidak butuh bayaran, aku bersedia membawamu berlayar sampai tujuan akhir jika kau mampu meruntuhkan keegoisan dan merangkulku bersama kesabaran dan keikhlasan”
Langganan:
Komentar (Atom)

