Senin, 30 Januari 2012

perjuangan untuk berubah


Tidak sedikit orang yang mengeluh, bahwa begitu sulit merubah sifat seseorang, tetapi setelah merenungkan lagi jauh ke dalam pribadi sendiri, faktanya menjadi sangat sulit untuk merubah sifat diri sendiri.
Dari diri kita sendiri saja sulit diubah, apa lagi mati-matian mau menuntut orang lain untuk berubah?
Masalahnya ada juga orang yang sudah ingin berubah, tetapi kondisinya belum memungkinkan baginya untuk berubah.
Ada juga yang sudah mulai merubah kebiasaan negatifnya, mengubah sifat buruknya, namun tidak mendapat penghargaan dan perhatian dari orang terdekatnya, akibatnya ia pun merasa seakan sia-sia mengubah diri.
Ada juga yang sudah berusaha untuk berubah namun keadaan berkata lain pada apa yang diusahakannya.
Ada juga yang berani tampil beda, dengan berusaha mencari perhatian dari sekitarnya, maksud hatinya mau memberitahu pada dunia kalau dia sudah berubah, tetapi malah cemooh serta tampang-tampang sinis, yang dihadapinya. Mungkin karena terlalu over PD, ya namanya juga usaha.
Ada yang akhirnya trauma untuk mengubah sifat dan karakternya, karena dibilang “sok lo, lo udah bukan lagi diri lo.”
Ada yang nekad mati-matian untuk merayu orang-orang yang dulu sebagai temannya, yang telah menjauhinya karena sikap dirinya, yang dulu dianggap sudah kelewatan, untuk berteman dan bersahabat lagi, tetapi malah mendapatkan reaksi yang membuatnya kecewa dan menjadi mundur dan putar haluan dalam menjalin hubungan persahabatan kembali.
Tentunya masih banyak lagi  kasus-kasus yang didapatkan dalam kehidupan ini, yang terjadi di depan mata, yang ada disekitar kita, yang mewarnai hari-hari kita.
Yang ingin disampaikan di sini adalah, kita harus “Menghargai” Perjuangan seseorang untuk mengubah dirinya, dengan memberikan kesempatan padanya untuk memperbaiki dirinya.
Jangan selalu menuntut orang lain untuk berubah, karena kita sendiri butuh proses dan perjuangan untuk mengubah diri kita sendiri.
Berikan dukungan moral, dan dorongan bagi mereka yang ingin memperbaiki sebuah hubungan yang sebelumnya kurang harmonis menjadi hubungan yang jauh lebih mesra dan harmonis.
Berikan juga kesempatan bagi mereka yang ingin menjalin kembali tali-tali persahabatan yang telah putus, atau yang telah diulur sampai kendur.
Mudah untuk mencari musuh, tetapi sulit untuk mencari sahabat;
mudah mencari pasangan hidup baru, tetapi sulit mempertahankan pasangannya sendiri.
mudah mencari cinta semu, tetapi sulit mencari cinta yang tulus.
mudah menyalahkan orang lain, tetapi sulit melihat kesalahan sendiri.
mudah untuk berkata mundur, tetapi sulit untuk melangkah maju kembali.
mudah untuk berpisah, mengapa sulit untuk ‘bersatu’ lagi?
mudah memberi label pada seseorang, tetapi mengapa sulit mencabut label yang sudah disematkan?
Nah.. bila anda seorang pejuang, maka akan sangat mengerti arti sebuah pengorbanan.
Bila anda adalah seorang yang senang berkorban, maka akan sangat mengerti arti menjadi korban itu sendiri, dan jangan hendaknya mencari korban baru, dengan mengorbankan orang lain.
Bila anda adalah orang yang optimis, maka bantulah orang-orang yang pesimis.
Bila anda adalah seorang pesimis, mengapa tidak mencari teman orang yang realistis?
Apapun gaya hidup anda, apapun pengorbanan anda, bagaimanapun perjuangan anda.
Perlu anda ketahui bahwa semua itu tidak akan sia-sia. dan ingatlah, bila orang-orang masih sulit menerima anda, minimal di sisi lain, pasti masih banyak yang menanti kebaikan anda.
Bila teman, sahabat, pasangan anda yang lalu tidak dapat kembali disisimu lagi, jangan khawatir pasti masih banyak orang yang ingin menerima anda menjadi temen, sahabat, saudara, ataupun pasangan anda.
Jangan menyerah..
Tiada ada seorang pejuang yang mudah menyerah.
Semoga semua orang yang berhubungan dengan anda, akan dapat menghargai perjuanganmu untuk melangkah ke arah yang lebih terang, baik, damai, dan tenang.
Tetap hadapi hari esok. Tidak perlu dengar apa kata orang lain namun dengarlah apa kata hatimu saat ini.
karena mendengarkan kata hati  tidak akan makan hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar